Pemuda Indonesia Dari Bung Karno Hingga Bung Abdul Aziz


Oleh: _Muliansyah Abdurrahman_ 
Penulis Adalah: _Peneliti Institut Politik Indonesia (IPI) dan Wasekjen DPP KNPI_ 

Bung Karno ketika hidup selalu berkata “berikanlah aku 10 pemuda Indonesia untuk mengguncang dunia”, narasi Bung Karno merupakan sifat dasar seorang pejuang yang hadir sebagai pelopor perubahan di negeri ini, apakah karena dia adalah seorang anak yang sejak awal terdidik dengan situasi dan kondisi yang keras dan penuh ketertinggalan atau karena memang dia adalah seorang manusia yang di berikan satu cerita tersendiri untuk bangsa ini di masa dia masih ada, setelah ada, kini dan akan datang. 


Sejarah dunia telah tercatat di legendanya kita masing-masing, bahwa Bung Karno anak Blitar yang bersekolah di Surabaya penuh cerita, kota para pahlawan yang pernah mengangkat senjata bamburuncing untuk mengusir kaum penjajah, kaum colonial dan kaum yang menindas rakyat Indonesia, disitulah lahir anak muda seorang Soekarno yang tak seimbang dengan Indonesia masa itu sebagai anak yang mandiri, pintar, cerdas dan memiliki prinsip hidup untuk bangsa dan Negara. 

H.O.S. Cokroaminto adalah guru yang mengalirkan ide-ide brilian kepada “anak-anak kosanya” salah satunya bernama Bung Karno (Sokarno), Bung Karno telah mampu menginspirasi anak muda dunia, karena berhasil menjadikan bangsa-bangsa di Nusantara menjadi satu bangsa besar yaitu Indonesia. Masa itu tentu bedah dengan masa kini, masa kini tentu terinpirasi dengan masa lalu, masa yang memberikan pengetahuan atas asal muasal perjuangan atas nama bangsa sendiri bangsa Indonesia. 

Kita belajar pada sejarah pemuda Indonesia di masa kelam, masa kemarin dan kita berfikir untuk pemuda di masa akan datang, apakah kita bisa menjadi cerita pemuda di masa-masa akan datang?, atau kita hanya jadi tempat benda mati yang akan di datangi anak-anak dan cucu kita bahkan belum tentu di ingat siapa kita sesungguhnya. 

Penulis mengajak kita berfikir bahwa masa depan negeri ini ada di tangan pemuda, siapakah kita?, untuk apakah kita? dan bagaimanakah kita?, pertanyaan ini membuat kita harus berfikir melampaui jaman hari ini, jangan jamanlah yang melampaui kita, apalagi pemuda Indonesia begitu banyak bahkan mendapat bonus demografis bahwa pemuda Indonesia kurang lebih 63 juta jiwa, angka seper empat dari penduduk Indonesia, artinya angka tersebut menunjukkan bahwa pemuda Indonesia sangat banyak. 

Pemuda harus mengambil peran penting di negeri ini, jadilah pemuda masa kini sebagai pemuda masa akan datang, bukan pemuda stagnan, pemuda diorientasi, pemuda yang instan dan pemuda tak punya harapan masa depan, maka dasar persoalan pemuda tersebut kembali di bedah secara ilmiah, agar pemuda Indonesia harus memiliki masa depan, memiliki kemandirian, cerdas, dan visioner untuk keberlangsungan jaman menuju Indonesi milik pemuda masa depan. 

Wadah yang menghimpun jiwa-jiwa pemuda masa depan yakni Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI), kita berhimpun, kita bersatu, kita berfikir dan kita bertindak untuk masa depan Indonesia lebih baik. Kini pemuda Indonesia di bawah nakhoda sosok Bung Abdul Aziz bersama dengan Bung Abraham, Bung Yamitema, Bung Adi Baiquni, Bung Samsidar Tomagola, Bung Fauzan, Bung Safirn Yusuf, Tio Sianipar, dan para pengurus DPP KNPI lainnya serta pemuda se- Indonesia di era kini, dari Sabang sampai Mareuke, dari Kaltara hingga pulau Rote, memiliki semangat yang sama untuk merajut persatuan pemuda membangun Indonesia.

Pemuda di era anak didik guru bangsa HOS. Cokroaminto, pemuda di era Bung Tomo, pemuda di era kemerdekaan tahun 1945, pemuda di era tahun 1966, pemuda di era reformasi tahun 1998 hingga pemuda di era millennial tahun 2019 serta di masa-masa akan datang adalah mereka bagian dari pemuda sejarah bangsa Indonesia. 

Kita belajar dari mereka yang sudah wafat hingga masih ada yang hidup sebagai pelopor perubahan di negeri ini. Bung Abdul Aziz yang kita kenal sebagai anak muda yang kalem dan memiliki energy masa depan pemuda Indonesia, ide yang brilian serta memilik visi untuk masa depan anak muda yang progress dan berjiwa produktif untuk membangun bangsa dan Negara dengan segala bentuk kemampuan, skill dan kepemimpinananya. 

Pada tanggal 18 Februari 2019 di Jakarta, 4 bulan lalu adalah hari bersejarah bagi pemuda Indonesia yang dibawah langsung nakhoda Bung Abdul Aziz menjadi ikon pemuda Indonesia untuk diberi sumpah (pelantikan) atas amanah pemuda Indonesia yang di berikanya. Bung Aziz memiliki semangat juang yang sangat tinggi, untuk mendorong dan selalu memberikan kesempatan kepada pemuda Indonesia bagaimana memiliki  dasar berpijak yang proggresif, bertindak yang solutif dan berfikir visioner demi menyelamatkan bangsa Indonesia.  

Langkah maju Bung Abdul Azil dari 160 hari ini menunjukkan bahwa Pemuda Indonesia bukan objek pergerakan problematika di Indonesia, tetapi pemuda Indonesia wajib menjadi subjek perubahan di republik ini; memulai dengan konsolidasi nasional dengan rapat kerja nasional, menjalin sinergi dengan pengambil kebijakan pada lefel kemeterian, menyeruakan kebenarana dan keadilan atas dasar aspirasi rakyat Indonesia, membantu dan memberi santunan anak yatim dan tak pernah berhenti mendorong pemuda Indonesia untuk berfikir dan bertindak secara cepat dan tanggap persoalan. 

Membangun Pemuda Indonesia di mulai dari generasi Bung Karno tanpa melupakan generasi sebelumnya tahun 1908 dan tahun 1928 yang akhirnya para pemuda bersama Soekarno bisa memerdekakan bangsa Indonesia dari jajahan kolonialisme. Era millennial atau era pemuda kekinian adalah generasi yang lebih menjadi generasi digital yang notebene bersama dengan jaman informasi dan tehnologi, pemuda Indonesia harus mampu menjadi fondasi bangsa yang kuat, agar tidak muda tergerus dengan budaya luar yang semakin menjadi-jadi dan cepat mempengaruhi dan bahkan menjebak pemuda Indonesia.

Era Bung Karno hingga Era Bung Abdul Aziz merupakan era yang berbeda-beda dalam memberikan argumentasi dan bertindak sebagai pemuda Indonesia, era Bung Karno lebih mengedepankan rasa perjuangan untuk kemerdekaan republic Indonesia, sedangkan era Bung Abdul Aziz adalah era menjalankan agenda-agenda pemuda lebih mengedepankan pada pemuda yang progresif dan solutif guna keberlangusngan dan bermafaat bagi masyarakat Indonesia secara luas. 

Bung Abdul Aziz dan seluruh jajaranya mencoba bagaimana berfikir tentang pemuda Indonesia untuk mengambil peran mulai dari tingkat nasional, wilayah, daerah hingga pemuda di desa-desa dan pelosok negeri. Pemuda harus bangkit menyelesaikan keterpurukan bangsa, ketertinggalan bangsa, ketidakadilan bangsa, kedzaliman bangsa dan pemuda harus berhenti dari “ketiduran” setiap perkembangan dan kemajuan bangsa.

Bersama Bung Abdul Aziz lewat wadah perjungan KNPI ini, untuk merajut generasi muda Indonesia dari berbagai suku, agama, golongan, daerah yang bena-benar hadir menjadi satu kesatuan pemuda Indonesia yang lebih mengedepankan kepentingan bersama, kepentingan pemuda dan kepentingan rakyat Indonesia. Demikian tulisan singkat ini, menjadi gagasan awal untuk bagaimana kita  menjadi pemuda Indonesia yang satu bangsa dan satu tanah air, menjadi pemuda Indonesia yang satu bahasa, bahasa Indonesia dan menjadi pemuda Indonesia yang mengangkat derajat 
bangsa Indonesia di mata dunia.  



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kirana Sahira Yuswan Borong 3 Atribut Juara Pemilihan Dara Daeng Sulawesi Selatan 2023

Embung Pertanian Desa Kanreapia Beragam Ukuran Jadi Solusi Ketersediaan Air di Musim Kemarau

Bunda Pustaka SD Negeri Borong Makassar Berkunjung ke Gedung Layanan Perpustakaan Umum Kabupaten Gowa