Aiptu Purwanto Sukses Kembangkan Pupuk Bio Teratai, Telah di Aplikasikan di Berbagai Daerah



Semenjak berkecimpung dalam pertanian organik, AIPTU Purwanto tidak lepas dari sorotan publik. Meski tetap menjalani sebagai abdi negara yang sekarang tergabung dalam kesatuan BRIMOB POLDA Sulawesi Selatan yang setiap harinya sibuk dalam tugas pengamanan maupun bidang taktikal, namun kepeduliannya terhadap kelestarian lingkungan dan kesejahteraan para petani telah membawanya sebagai sosok yang dikenal oleh masyarakat, khususnya semenjak menemukan Pupuk Hayati Cair BIO TERATAI yang terbukti mampu membantu banyak petani untuk memperoleh hasil yang lebih baik.





Dilatar belakangi sebagai anak petani dan juga hobi, ini menjadi bekal untuk punya pengetahuan dalam berinovasi. Salah satu yang dikembangkan adalah membuat Pupuk Hayati Cair dengan memanfaatkan limbah organik baik sayuran dan buah-buahan yang diuraikan dengan bantuan Lalat Tentara Hitam atau yang dikenal sebagai BSF. “Cara ini diambil agar nantinya juga menjadi solusi penanganan limbah organik yang sampai sekarang menjadi masalah di kota-kota besar untuk diolah menjadi produk yang bermanfaat, salah satunya sebagai pupuk “ kata AIPTU Purwanto memulai kisahnya. Dengan bantuan BSF, sampah organik dapat diurai dengan cepat dan hasilnya juga dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak, karena BSF bisa menghasilkan maggot atau larva yang kandungan proteinnya cukup tinggi. 

Tapi tidak berhenti begitu saja, bekas media dan cairan yang dihasilkan dari penguraian maggot BSF juga sangat bagus sebagai bahan dan media pembuatan pupuk padat maupun cair. Berkat ketelatenan dalam meramu dan dan berinovasi selama sekitar dua tahun maka sekarang telah ditemukan formula yang pas untuk membuat pupuk organik cair yang kualitasnya mumpuni yang diberi nama BIO TERATAI, yang memiliki keunggulan untuk meningkatkan kualitas dan hasil produksi tanaman serta mampu memperbaiki kesuburan tanah dengan mengembalikan ekosistem mikrobia bermanfaat dalam tanah.

Banyak petani yang tertarik dan telah melihat hasilnya baik untuk tanaman pangan seperti padi, maupun holtikultura dan buah-buahan. Tidak hanya di sekitar kota Makassar namun telah menyebar ke tempat yang cukup jauh. Contohnya di Malino Kanreapia Gowa bekerjasama dengan komunitas Rumah Koran di Kampung Sayur yang juga bergerak dalam pemberdayaan petani organik, pupuk ini sudah dipakai untuk berbagai jenis sayuran dan tanaman horti, seperti Kol, Sawi dll, bahkan ada juga untuk budidaya tambak ikan dan udang. Di Toraja digunakan oleh kelompok tani setempat untuk budidaya padi 
Memang berbagi waktu tidak mudah bagi AIPTU Purwanto, salah satu tugas yang diembannya belakangan ini adalah ikut serta dalam pengamanan di Papua sebagai bagian dari Satgas Aman Nusa 2019 yang dimulai sejak bulan Agustus sampai Desember. Namun disela waktu tugasnya masih dapat berbagi ilmu dengan penduduk setempat, salah satunya mempraktekkan langsung cara aplikasi BIO TERATAI untuk petani kangkung dan hidroponik di daerah Jayapura. Bahkan ada usahawan importir pupuk organik yang tertarik kepada pupuk ini dan mau mencobanya, karena harganya sangat ekonomis namun manfaatnya kelihatan bagus,apalagi ini adalah produk lokal yang tidak perlu impor dari luar negeri. 
Danyon Gas Brimob Sulsel BKO Papua Kompol Sapari S.Sos mengamini kegiatan anggotanya ini, “Ini juga menjadi tugas Brimob untuk dapat merangkul masyarakat agar tercipta keamanan, sekaligus memberi manfaat praktis bagi lingkungan di daerah mereka bertugas.” komentar Kompol Sapari S.Sos.
Siapapun baik pribadi maupun dari instansi terbuka kesempatan untuk bekerjasama dalam budidaya pertanian dan perkebunan organik. “Saya mendukung Indonesia dapat mencapai ketahanan pangan, apalagi pangan yang sehat, maka saya mau berbagi kepada siapa saja agar apa yang telah saya temukan ini juga bisa bermanfaat untuk kesejahteraan rakyat banyak.” Kata AIPTU Purwanto menutup wawancara dengan kami, sekaligus mengundang siapa saja untuk memiliki kepedulian yang sama, dalam mewujudkan Indonesia makmur raya dengan pangan sehat dan menjadi sumber pangan dunia.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kirana Sahira Yuswan Borong 3 Atribut Juara Pemilihan Dara Daeng Sulawesi Selatan 2023

Embung Pertanian Desa Kanreapia Beragam Ukuran Jadi Solusi Ketersediaan Air di Musim Kemarau

Bunda Pustaka SD Negeri Borong Makassar Berkunjung ke Gedung Layanan Perpustakaan Umum Kabupaten Gowa